Diberdayakan oleh Blogger.

Sabtu, 07 Mei 2016

Farodhi Ahmad

Ayahku Pahlawanku

RAHASIA BESAR SEORANG AYAH YANG TIDAK DIKETAHUI SEORANG ANAK BAHKAN SETIAP ANAK DIDUNIA.

Ayahku Pahlawanku

Mungkin ibu lebih kerap menelpon untuk menanyakan keadaanku setiap hari, tapi apakah aku tahu, bahwa sebenarnya ayahlah yang mengingatkan ibu untuk meneleponku?
Semasa kecil, ibukulah yang lebih sering menggendongku. Tapi apakah aku tau bahwa ketika ayah pulang bekerja dengan wajah yang letih ayahlah yang selalu menanyakan apa yang aku lakukan seharian, walau beliau tak bertanya langsung kepadaku karena saking letihnya mencari nafkah dan melihatku terlelap dalam tidur nyenyakku.
Saat aku sakit demam, ayah membentakku “Sudah diberitahu, Jangan minum es!” Lantas aku merengut menjauhi ayahku dan menangis didepan ibu.
Tapi apakah aku tahu bahwa ayahlah yang risau dengan keadaanku, sampai beliau hanya bisa menggigit bibir menahan kesakitanku.
Ketika aku remaja, aku meminta izin untuk keluar malam. Ayah dengan tegas berkata “Tidak boleh! ”Sadarkah aku, bahwa ayahku hanya ingin menjaga aku, beliau lebih tahu dunia luar, dibandingkan aku bahkan ibuku?
Karena bagi ayah, aku adalah sesuatu yang sangat berharga. Saat aku sudah dipercayai olehnya, ayah pun melonggarkan peraturannya.
Maka kadang aku melanggar kepercayaannya. Ayahlah yang setia menunggu aku diruang tamu dengan rasa sangat risau, bahkan sampai menyuruh ibu untuk mengontak beberapa temannya untuk menanyakan keadaanku, ”dimana, dan sedang apa aku diluar sana.”
Setelah aku dewasa, walau ibu yang mengantar aku ke sekolah untuk belajar, tapi tahukah aku, bahwa ayahlah yang berkata: Ibu, temanilah anakmu, aku pergi mencari nafkah dulu buat kita bersama.
Disaat aku merengek memerlukan ini – itu, untuk keperluan kuliahku, ayah hanya mengerutkan dahi, tanpa menolak, beliau memenuhinya, dan cuma berpikir, kemana aku harus mencari uang tambahan, padahal gajiku pas-pasan dan sudah tidak ada lagi tempat untuk meminjam.
Saat aku berjaya. Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan bertepuk tangan untukku. Ayahlah yang mengabari sanak saudara, ”anakku sekarang sukses.” Walau kadang aku cuma bisa membelikan baju koko itu pun cuma setahun sekali. Ayah akan tersenyum dengan bangga.
Dalam sujudnya ayah juga tidak kalah dengan doanya ibu, cuma bedanya ayah simpan doa itu dalam hatinya. Sampai ketika nanti aku menemukan jodohku, ayahku akan sangat berhati – hati mengizinkannya.
Dan akhirnya, saat ayah melihatku duduk diatas pelaminan bersama pasanganku, ayahpun tersenyum bahagia. Lantas pernahkah aku memergoki, bahwa ayah sempat pergi ke belakang dan menangis? Ayah menangis karena ayah sangat bahagia. Dan beliau pun berdoa, “Ya Alloh, tugasku telah selesai dengan baik. Bahagiakanlah putra putri kecilku yang manis bersama pasangannya.
”Pesan ibu ke anak untuk seorang Ayah”
Anakku,

Memang ayah tidak mengandungmu,
tapi darahnya mengalir di darahmu, namanya melekat dinamamu …
Memang ayah tak melahirkanmu,
Memang ayah tak menyusuimu,
tapi dari keringatnyalah setiap tetesan yang menjadi air susumu …

Nak..
Ayah memang tak menjagaimu setiap saat,
tapi tahukah kau dalam do’anya selalu ada namamu disebutnya …
Tangisan ayah mungkin tak pernah kau dengar karena dia ingin terlihat kuat agar kau tak ragu untuk berlindung di lengannya dan dadanya ketika kau merasa tak aman…

Pelukan ayahmu mungkin tak sehangat dan seerat bunda, karena kecintaanya dia takut tak sanggup melepaskanmu…
Dia ingin kau mandiri, agar ketika kami tiada kau sanggup menghadapi semua sendiri..

Bunda hanya ingin kau tahu nak..
bahwa…
Cinta ayah kepadamu sama besarnya dengan cinta bunda..
Anakku…

Jadi di dirinya juga terdapat surga bagimu… Maka hormati dan sayangi ayahmu.

Read More

Selasa, 19 April 2016

Farodhi Ahmad

Jelaskan Makna Tanggal Kemerdekaan, Mbah Moen : Indonesia Bangsa Terpilih

Jelaskan Makna Tanggal Kemerdekaan, Mbah Moen : Indonesia Bangsa Terpilih.

Rembang,  Mustasyar PBNU KH Maimoen Zubair dalam sebuah acara pengajian, Kamis (14/4) malam di Desa Gandrirojo, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah mengungkapkan, bangsa Indonesia adalah benar-benar bangsa yang terpilih. Tidak ada dipermukaan bumi orang Islam terbanyak seperti Indonesia. Sampai Allah memperingatkan kemerdekaan Indonesia dengan angka 17, 8, dan 45.

Jelaskan Makna Tanggal Kemerdekaan, Mbah Moen : Indonesia Bangsa Terpilih
KH Maimoen Zubair

Dalam kesempatan tersebut Mbah Moen sapaan akrabnya menjelaskan terkait rangkaian angka 17, 8, dan 45. "Ini angka sembahyang, sembahyang angka yang harus diketahui yaitu tujuh belas, delapan, dan empat lima. Kalau tidak tahu ini tidak sah shalatnya," terangnya.

Ia juga mengatakan, bahwa dalam lambang garuda pancasila terdapat dua sayap dengan jumlah bulu 17 di kanan, dan 17 disebelah kiri. Ia menjelaskan lambang angka 17 ini merupakan jumlah rukunnya shalat. Yakni, niat, takbiratul ihram, berdiri, membaca al-fatihah, rukuk, thumakninah dalam rukuk, iktidal (berdiri bangun dari rukuk), thumakninah dalam iktidal, sujud dua kali, thumakninah dalam sujud, duduk diantara dua sujud, thumakninah dalam duduk diantara dua sujud, membaca tasyahud akhir.
"Kemudian duduk (ketika membaca) tasyahud akhir, membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW dalam duduk tasyahud akhir, (membaca) salam, tertib (mengerjakan secara berurutan)," tambah Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang Kabupaten Rembang tersebut.
Tujuh belas yang kedua, lanjut Mbah Moen, merupakan jumlah rakaat shalat sehari-semalam. Yakni Mahgrib tiga rakaat, Isya empat rakaat, Subuh dua rakaat, Dzuhur empat rakaat, dan Ashar empat rakaat.
Sedangkan angka delapan menjelaskan sebagai tolaknya neraka dan sebabnya masuk surga. Lebih lanjut ia mengatakan tentang tujuh anggota sujud, meliputi, jidat, kedua tangan, kedua lutut, dan kedua kaki. "Tujuh ini sebagai penolak neraka, karena pintu neraka ada tujuh," ujarnya.
"Ditambah....dst...
Read More
Farodhi Ahmad

Musa, Hafidz Cilik Yang Harumkan Indonesia Di Kancah International

Musa lebih dikenal dengan Musa Hafizh cilik merupakan seorang penghafal Alquran dari Indonesia. Selain menghafal Alquran ia juga menghafalkan matan-matan hadis penting, seperti Arbain Nawawi dan lainnya.

Ia lahir pada tahun 2008 di kabupaten bangka barat, La Ode Abu Hanafi Abu Musa  adalah ayah nya yang
seorang penghafal Al qur'an dan Yulianti adalah ibu nya yang pekerjaan nya seorang ibu rumah tangga

Musa, Hafidz Cilik Yang Harumkan Indonesia Di Kancah International
                                                                                     facebook La Ode Abu Hanifa

.
Sekarang nama nya harum di seluruh penjuru dunia,setelah ia mengikuti dan meraih  juara 1 saat ada program Hafiz Indonesia 2014 di stasiun televisi RCTI .

Setelah selesai program di RCTI Musa kemudian melanjutkan mengikuti musabaqah tahfidz Qur'an 
Internasional di Mesir 2016.dalam acara tersebut musa merupakan peserta termuda dan juga merupakan satu-satunya wakil indonesia dalam ajang tersebut.

Alhamdulillah dalam ajang musabaqah hifzil qur'an ( MHQ ) internasional di sharm el-sheikh,Mesir
Musa berhasil menjadi juara 3, betapa bangga dan bahagia nya ke dua orang tua musa atas pencapaian saat ini.

Tak terkecuali Presiden RI " Joko Widodo ",melalui akun twitter milik nya 

" Kita bangga dengan prestasi Musa La Ode Abu Hanafi,hafidz di umur 7 tahun di Musabaqah 
hifzil qur'an internasional di mesir- jkw " kicauan Bpk jokowi dalam akun twitter nya.
Read More

Jumat, 15 April 2016

Farodhi Ahmad

Nasehat Gus Dur Bukan Sekedar Kata Kata Tapi Punya Makna


NASEHAT GUS DUR....

Nasehat Gus Dur Bukan Sekedar Kata Kata Tapi Punya Makna



Orang ngotak-ngatik Qur'an dan hadist itu punya dasar
dewe2..tapi Pancasila ojo diotak-atik..sebab pancasila itu
payung bersama..naliko dulu ribut masalah
pancasila,ono sing takon karo Bung Karno,,pancasila ki
bener ora to?akhire Bung Karno jawab:yo kono takon
karo Kyai Hasyim..jaman semono sopo sing iso ngalahke 
pintere Kyai Hasyim.Kyai saiki rata2 ming apal 4-5 hadist
ae wis pamer,kemlinti..karena berubung Kyai Hasyim itu
hafal Kutubusita,kan ora pamer?!,ora tau trocol
dalil...makane NU iki ora tau umuk muni: (kami
berbangsa dan bertanah air).lha wong sing duwe bongso
wong NU kok..sing biyen perang belo bongso yo wong
NU,sing tumpah darah yo wong NU,sing ngajak bedo
karo belanda yo wong NU..makane NU ki ra tau
umuk..koyo sampean nek wis apal karo bojone kan yo ra
mungkin diumukke iki lho bjoku..lha nggih to?!..dan
wong nek wis apal karo bojone kan yo ra perlu to rono-
rene gowo fotone bojone samar nek lali...wong apaaaal
soale..nah,NU niku ngoten niku..?! Dadi naliko Bung
Karno ditanya sama Kyai Hasyim soal pancasila,Kyai
Hasyim bertanya: iki sila Ketuhanan yg Maha Esa entuk
seko endi?terus Bung Karno jawab: niki saking
Qulhuwallohhu Ahad Kyai...?Kyai Hasyim jawab: o yo wis
bener...dadi sak tebo-tebone NU ki barang bener.dadi
arep mencok nang ngendi wae,model opo wae yo ra
perlu di pikir iki bener opo ora?!yo mesti beneeeer...jadi
dulu kanjeng nabi pernah berkata bahwa sesuk akhir
zaman bakal lahir uwong sing ngalim,bener secara syar'I
sing iso ngalahno konstantinopel.jenenge sultan
Muhammad..nah Sultan Muhammad niki ketika
indonesia di jajah portugis,menurut Sultan Muhammad
secara isyarohe indonesia iki kudu dadi negoro

islam...nah,akhire karena berhubung sultan muhammad

ini adalah ulama' as'ariyyah,maka sultan muhammad
juga mengirim ulama2 as'ariyyah untuk mengislamkan
tanah jowo sampai akhirnya jadilah tradisi
walisongo..makane terus muncul VOC itu...jadi yg
memegagang kemandrian budaya bangsa ini dulu adalah
nasionalismenya bung karno dan Nahdhotul Ulama'.
Agar apa?agar supaya budaya indonesia ini tidak bisa
diambil oleh bangsa lain..nah,mereka2 yg datang akhir2
ini kan ingin memisahkan kita dari kemandirian budaya
bangsa ini..bedug disalahke,jare dalile bedug bid'ah..lha
bedane bedug karo spiker ki opoo to..wong podo2 ming
gawe ngundang uwong.wong bedug yo dudu
syareat.mulo berhubung bedug kuwi dudu syareat,arep
ditabuh bocah cilik yo oleh,ditabuh wong edan yo
oleh..tp saiki mergo bedug wis kalah banter karo
spiker,akhire akeh sing gowo spiker.mengko suwi2 spiker
yo ra kanggo..sebab arep nang masjid di SMS.makane
kolo wingi kulo pun matur,nek setan tenanan niku
diwacakke ayat kursi insya Alloh setane kobong?tapi nek
setan wujud menungso sing arep ngrusak kemandirian
budaya bangsa ini,ayat kursi di gunakke..tapi ayate sing
ditinggal,kursine balangke..?!
Read More